Dear Readers,
Ini adalah artikel pertama saya di tahun 2011, selain kesibukan kerja, saya tidak juga menemukan topik menarik yang bisa saya tulis sebagai pencerahan bagi saya. Selama beberapa bulan terakhir saya sering mengikuti perkembangan industri musik Korea secara umum. Musik Korea atau yang lebih dikenal dengan K-pop atau Korean Wave mengalami ekspansinya disemenanjung Asia yang dimulai sejak tahun 1999.
Korean Wave secara nyata telah membius jutaan penggemar berusia belia dari berbagai negara seperti Cina, Jepang, Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Thailand dan lain-lain. Cobalah anda tanya kepada siswi-siswi SMP dan SMA soal SUPER JUNIOR, DBSK, SHINEE, SNSD, WONDER GIRLS, KARA, dll, pastilah mereka menjawab dengan berbinar dan akan sangat antusias menanggapinya.
Kegelisahan saya secara pribadi melihat fenomena luar biasa ini adalah ketika saya melihat sebuah acara musik yang disiarkan secara langsung yang menyuguhkan penampilan beberapa penyanyi (grup) laki-laki dan perempuan. Secara umum, penyanyi-penyanyi yang disuguhkan acara tersebut semuanya hampir seragam alias antara penyanyi satu dan yang lain menampilan konsep yang sama, boys band/girls band, cuteness, dancing.
Suguhan hiburan kpop benar-benar berbeda dengan konsep hiburan di negeri kita. Meskipun mereka pemperlihatkan keseragaman tetapi daya tarik yang mereka tampilkan untuk publik benar-benar anggun. Namun demikian, masih banyak hal yang membuat saya penasaran mengenai Korean Wave antara lain bagaimana sebuah artist management mengikat kebebasan seorang artis yang rata-rata berusia belia dengan aturan yang tidak masuk akal. Bagaimana, industri ini menjadi bisnis prostitusi terselubung dan bagaimana Korean Wave memunculkan golongan-golongan gay dan lesbian terselubung.
Bersambung…
Salam
Mis en ligne avec WordPress pour BlackBerry
Yah, setidaknya lumayan lah buat katarsis di tengah krisis semenanjung korea lawan korut, hohoho…
Anyway, yang sekarang terlintas di kepala saya kalau mendengar korea adalah: Batubara kalimantan yang dikuras habis, proyek pengaspalan, CSR berupa Balai Latihan Kerja dan Kursus Bahasa Korea di kampus, hape android, dan SNSD…
Korea memang sedang gencar menebar pesona. Dan ini sangat menarik karena Korea tidak mau kalah pesona dengan Jepang.
Korea banyak belajar dari semangat dan etos kerja bangsa Jepang yang pada akhirnya sekarang Korea menjadi salah satu negara penting di Asia.
Saya kurang begitu tau tentang batu bara di kalsel, demam bahasa korea dikampus2, balai latihan kerja dll.
Yang paling menarik bagi saya adalah bagaimana mereka menjual sebuah komoditas yang terbungkus dalam paket Korean Wave yang bisa diterima diberbagai negara serta implikasi komoditas itu sendiri pada para pelakunya.
[...] dikejar-kejar dan dikeroyok? Atau produk asing yang tidak nasionalis macam film Hollywood, drama Korea, EPL, La Liga, dan Fear Factor? Halah, selalu ada celah untuk meng-sinis-i setiap tayangan, bahkan [...]